Assalamu'alaykum..... ahlan wa sahlan... Subhanallah wa bihamdi adada kholqi wa ridho nafsi wa dzinata arsy wa midada kalimati..

Kamis, 29 Maret 2012

kekuatan do'a

wahai calon penyempurna dienku, pemimpin keluarga ku...
betapa kerinduanku padamu ingin kulukiskan dalam sebuah do'a..

"Robbana hablana min azwajina wa dzuriyatina qurrota a'yun waj'alana lil muttaqiina imama..."

"Robli habli minasholihiin..."

2 DO'A itu sebagai penguat azamku dan niatku...
agar semakain bertaqarrub pada Allah..
agar mampu mencintaimu karena Allah...
membantumu dalam ketaatanmu...
membantu tetap tegaknya kalimat La illa ha illalah dengan mengembangkan keturunan yang sholeh dan sholehah
karena hasil tarbiyah kita pada mereka...
menyempurnakan keimanan dan ketakwaan kita di jalan ini...

Ku tak ingin membuat sang Rabb cemburu...
ku ikhlas menjalaninya...karna ku yakin akan ridhoNya
Semoga Allah segera menyatukan kita dalam sebuah bingkai  indah nan suci itu...amiin 

Al-Qur'an untuk generasi terbaik...


Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian dan perkembangan peradaban manusia, agar manusia terbebas dari kebodohan, kegelapan dan kesesatan. Allah mengutus Rasulullah untuk mendidik manusia menjadi makhluk yang berakhlak mulia dan terlepas dari kesesatan. Sebagaimana firman Allah: “Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab dan Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui”. (QS.Al Baqarah:151)
Rasululah berhasil mendidik para sahabat menjadi generasi terbaik di sepanjang sejarah, generasi pemberani, tangguh, dermawan, cerdik,cerdas, mahir, berakhlak mulia, disiplin dan zuhud, maka tak heran kalau Muawiyyah mengatakan: “Aku tidak pernah melihat seorang pendidik sebelum dan sesudahnya lebih baik darinya.
Pada zaman sesudahnya pada masa keemasan kekhalifahan Islam, tercatat dengan tinta emas sumbangsih para ulama cendekiawan Islam dalam ilmu pengetahuan yang menghantar peradaban dunia ke peradaban yang semakin maju. Pada saat anak-anak kota Baghdad yang bermandikan cahaya bermain dengan teropong bintang mereka mengeksplorasi antariksa dan majelis-majelis ilmu digelar di masjid-masjid dan perpustakaan, di saat yang sama London masih berupa rawa-rawa yang penduduknya percaya kepada jimat-jimat dan para pemimpinnya mengatakan bahwa matematika adalah ilmu yang tercela dan terkutuk sedangkan New York waktu itu masih berupa hutan belantara.
Dalam kata-kata Carli Fiorina, seorang CEO Hewlett Packard yang visioner berkata : “Adalah para arsitek yang mendesign bangunan-bangunan yang mampu melawan gravitasi. Adalah para matematikawan yang menciptakan aljabar dan algoritma yang dengannya komputer dan enkripsi data dapat tercipta. Adalah para dokter yang memeriksa tubuh manusia, dan menemukan obat baru untuk penyakit. Adalah para astronom yang melihat ke langit, memberi nama bintang-bintang, dan membuka jalan bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini berkembang pesat dengannya dan membuat mereka penuh energi.
Ketika ilmu pengetahuan terancam dihapus akibat penyensoran oleh peradaban sebelumnya, peradaban ini menjaga ilmu pengetahuan tetap hidup, dan menyebarkannya kepada peradaban lain. Tatkala peradaban barat modern saat ini sedang berbagi pengetahuan, peradaban dunia Islam yang sedang saya bicarakan ini sudah bermula sejak tahun 800 hingga 1600, yang termasuk di dalamnya Dinasti Ottoman dan kota Baghdad, Damaskus dan Kairo, dan penguasa agung seperti Sulaiman yang Bijak. Walaupun kita sering kali tidak menyadari hutang budi kita kepada peradaban ini, sumbangsihnya merupakan bagian dasar dari kebudayaan kita. Teknologi industri tidak akan pernah hadir tanpa kontribusi para matematikawan arab.”
Itulah pengakuan seorang modern barat terhadap sumbangsih cendekiawan islam terhadap peradaban dunia. Dapat kita sebut beberapa saja ulama cendekia tadi, sbb:
Muhammad Ibn Musa Al-Khawārizmi: yang juga dikenali sebagai Al-Khawārizmi (lahir di Khawarizm, Usbekistan 780 – wafat diperkirakan pada tahun 840) seringkali disebut sebagai bapak aljabar. Istilah aljabar (algebra dalam bahasa latin) sendiri berasal dari buku karangannya yang terkenal Hisabul Jabar wal Muqābilah (Ilmu pengurangan dan penambahan). Istilah algorisma dan algoritma juga berasal dari latinisasi nama Al-Khawārizmi. Al-Khawārizmi adalah pakar dalam bidang matematika, astronomi dan geografi.
Abul Wafa Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail Buzjani: Lahir di Buzhgan, Nishapur, Iran (940 – 998) adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Persia. Pada tahun 959, Abul Wafa pindah ke Irak, dan mempelajari matematika khususnya trigonometri di sana. Dia juga mempelajari pergerakan bulan; salah satu kawah di bulan dinamai Abul Wáfa sesuai dengan namanya. Salah satu kontribusinya dalam trigonometri adalah mengembangkan fungsi tangen dan mengembangkan metode untuk menghitung tabel trigonometri.
Jabir Ibnu Hayyan: Pengarang kitab “Al Kimya” yang diterjemahkan oleh bangsa barat menjadi “Alchemy”, kitab rujukan ilmu kimia/chemistry. Cendekiawan masa Dinasti Ummayah abad ke-8 Masehi.
Ibnu Sina: Bangsa barat memanggilnya Avicenna. Dunia menasbihkanya sebagai “Bapak Kedokteran Modern”, pengarang kitab Qanun fi Thib (Canon Of Medicine) yang merupakan rujukan di bidang kedokteran dunia selama berabad-abad.
Itulah para ulama cendekia Islam yang berkitabkan Al Qur’an dan bertauladankan Rasulullah SAW, yang mengeksplorasi ayat-ayat Allah dalam Al Qur’an yang kemudian menelurkan karya-karya ilmu pengetahuan lentera peradaban dunia. Bila Carli Fiorina, sang CEO Hewlett Packard mau meneliti lebih jauh maka akan muncul pertanyaan “Buku apa yang mereka baca sehingga orang-orang arab tadi “keranjingan” meneliti dan mencipta?” dan “Siapakah gerangan “Bapak Pendidikan” yang menginspirasi dan menjadi teladan mereka?”. Maka dia akan mendapat jawaban: Al Qur’an dan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasalam.
Dari sini kita yakini Allah-lah “…Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al Baqarah: 4-5), Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya(Muhammad) ayat-ayat yang terang (Al-Quran) supaya dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya dan Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu. “ (QS. Al Hadiid: 9).
Al Qur’an telah menjadikan semenanjung arab yang penduduknya tak bisa baca tulis dan negerinya begitu kering sehingga para penjajah-pun enggan meliriknya, kemudian menjadi pusat peradaban dan menjadi guru dunia. Inilah bukti nyata keagungan Al Qur’an. Al Qur’an meninggikan ilmu dan akhlak manusia bila manusia mau membaca, memahami dan mengamalkanya.
“Sesungguhnya Allah, dengan kitab ini (Al Qur’an) meninggikan derajat kaum-kaum dan menjatuhkan derajat kaum yang lain.” (HR. Muslim)
Tapi mengapa sekarang umat Islam – khususnya di Indonesia sebagai negeri muslim terbesar – sebagai pewaris Al Qur’an mengalami hal sebaliknya? Di dunia pendidikan, para pelajar kita banyak melakukan berbagai perilaku yang bertentangan dengan agama dan moralitas. Sekolah-sekolah miskin dari menghasilkan lulusan-lulusan yang berkualitas.
Bila kita mau merunut maka kebelumberhasilan pendidikan Indonesia ini diawali sejak dini di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pemerintah belum serius mengadakan PAUD yang berkualitas. Mereka dibiarkan berkembang ala kadarnya. Cukup berpuas dengan anak-anak yang bisa bernyanyi-nyanyi dan tepuk-tepuk tangan. Padahal, perkembangan otak yang paling pesat terjadi pada rentang usia 0-8 tahun, baik secara fisik maupun intelektual. Delapan puluh persen perkembangan otak terjadi antara usia nol sampai dengan enam tahun. Selama rentang waktu tersebut, IQ anak dapat melonjak secara drastis jika memperoleh rangsangan yang tepat dari orangtua maupun pengasuh di day-care-kan, kita menyebutnya Taman BATITA dan playgroup.
Selanjutnya, peran strategis tersebut dipegang oleh guru TK dan SD kelas bawah, yakni kelas satu sampai dengan kelas tiga (itu sebabnya, perencanaan kurikulum TK perlu dikerjakan bersama dalam satu kesatuan dengan penyusunan kurikulum SD). Inilah masa paling penting untuk membangun budaya belajar. Jika pada masa ini anak sudah mempunyai budaya belajar yang tinggi, anak akan mudah mempelajari kecakapan belajar (learning skills) pada periode berikutnya, yakni orientation stage, termasuk membangun orientasi hidup maupun prientasi akdemiknya.
Di usia 0-8 tahun ini jugalah usia yang paling pas untuk belajar membaca dan menghafal Al Qur’an dan ini telah terbukti dalam sejarah pada ulama-ulama dan cendekiawan muslim yang sudah pandai membaca dan hafal Al Qur’an sejak kecil dan kemuadian mereka menjadi guru peradaban dunia. Al Qur’an. Ya, dengan Al Qur’an lah ummat Islam akan bangkit dari keterpurukannya dengan lahirnya generasi qurani sebagaimana lahirnya generasi terbaik, generasi para Sahabat Rasulullah SAW yang di didik dengan Al Qur’an. Al Qur’an adalah Pendidikan Terbaik Untuk Generasi Terbaik.
“Sesungguhnya Kami mudahkan al-Quran itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran.” (QS. Ad Dukhaan: 58).
Dedicated To My Sons: "Muhammad Hafidz Al-Bana , Khaira Nur Rahmah, Annisa Nur Latif, Muhammad darul Falah amin.. 

Hadiah untuk orang tua KITA


Sahabatku, setiap kita pasti ingin bisa buat bahagia kedua orangtua. Setiap kita ingin ngasih yang terbaik untuk kedua orangtua. Pasti!
Coba perhatikan, ketika training motivasi. Setiap kali renungan kalo disentuh orangtua, walopun anak sebandel apapun pasti ia bisa nangis, percaya ga? Karena di setiap kita punya hati nurani. Dan itu sudah dikaruniakan oleh Alloh yang Maha Pengasih.
Sahabatku, sebenernya apa sih yang orangtua ingin dari hidup kita (anaknya)?
Apakah harta? Harta kita mungkin seadanya. Dan kalopun ada, hakikat sebenarnya harta tidak akan membawa manfaat kecuali dimanfaatkan di jalan Alloh.
Apakah nilai bagus? Nilai bagus memang impian kita. Tapi nilai itu tidak akan membawa manfaat bagi kedua orangtua kita, karena nilai itu akan kembali kepada diri kita bagus atau tidaknya.
Apakah perhatian dan kasih sayang? Ya, ini mungkin. Tapi sebenarnya, perhatian kita itu terbatas. Perhatian kita itu tidak sepenuhnya kepada orangtua. Karena kita banyak aktivitas sehingga terkadang lupa bahkan sekedar nelpon atau sms menanyakan kabar kadang kita mungkin lupa.
Orangtua yang sholih sebenarnya hanya ingin punya anak yang sholih. Anak yang bisa selalu taat kepada Alloh dan senantiasa mengamalkan sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Salam. Sehingga dengan kesholihannya itu bisa membawa kepada kebaikan di dunia dan di akhirat. Dan anak yang sholih ini akan membawa kebaikan kepada kedua orangtuanya, karena doa anak yang sholih akan menolong kedua orangtuanya di akhirat kelak.
Namun, ada hadiah terbaik untuk kedua orangtua kita di akhirat kelak. Disampaikan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Salam yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim, bacalah dengan hatimu ^^ “Siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orangtuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur’an.”
Subhanalloh, orangtua yang memiliki anak Hafidz Al-Qur’an akan mendapatkan jubah (kemuliaan) yang tidak didapatkan di dunia.
Sahabatku, berjuanglah dengan sungguh-sungguh dan selalu bertekad untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Kuatkan azzam, “Saya ingin menjadi Hafidz Al-Qur’an, agar saya bisa memuliakan kedua orangtua di dunia dan akhirat.” Senantiasa istiqomah dalam membaca Al-Qur’an, mempelajari, dan mengamalkannya, serta menghafalkannya. Ikutilah Halaqah Al-Qur’an, agar terus termotivasi untuk mempelajari Al-Qur’an dan senantiasa menajga diri dari kemaksiatan. Mudah-mudahan Alloh menolong kita semua, dan menjadikan kita menjadi anak yang bisa memuliakan kedua orangtua dengan menjadi penghafal Al-Qur’an. Aamiin Ya Robb.
Allohumma bariklana bil Qur’an (Ya Alloh berkahilah kami semua dengan Al-Qur’an)
Wallohu’alam bisshowab.

INSPIRASI kAUM hAwA... "Bunda Fatimmah Azzahra"


Memaparkan perjalanan hidup Fatimah terasa sangat sulit bagi saya. Banyaknya keistimewaan dan sifat baik yang disandang Fatimah membuat saya dihinggapi rasa malu saat menuangkan tulisan ini. Kehidupan beliau banyak mengandung pelajaran berharga. Kehidupan putri Rasul ini, laksana permata indah yang memancarkan cahaya. Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak Anda untuk melihat sekelumit dari kepribadian beliau yang agung, untuk dijadikan inspirasi, khususnya bagi kaum wanita.
Tak diragukan lagi, sebagian besar problem dan masalah yang dihadapi umat manusia adalah karena kelalaiannya akan hakikat wujud kemanusiaannya, sehingga dia terjebak dalam tipuan dunia. Sebaliknya, manusia bisa mendekatkan diri kepada Allah saat dia mengenal dirinya dan mengetahui tugas yang harus ia lakukan dan pertanggungjawabkan kepada Allah, Sang Pencipta alam kehidupan.
Fatimah Az Zahra, adalah seorang figur yang unggul dalam keutamaan ini. Dalam doanya, beliau sering berucap, “Ya Allah, kecilkanlah jiwaku di mataku dan tampakkanlah keagungan-Mu kepadaku. Ya Allah, sibukkanlah aku dengan tugas yang aku pikul saat Engkau menciptakanku, dan jangan Engkau sibukkan aku dengan hal-hal yang lain.”
Keikhlasan dalam beramal adalah jembatan menuju keselamatan dan keberuntungan. Manusia yang memiliki jiwa keikhlasan akan terbebas dari seluruh belenggu hawa nafsu dan akan sampai ke tahap penghambaan murni. Keikhlasan akan memberikan keindahan, kebaikan, dan kejujuran kepada seseorang. Contoh terbaik dalam hal ini dapat ditemukan pada pribadi agung Fatimah Az Zahra. Seseorang pernah bertanya kepada Imam Mahdi, “Siapakah di antara putri-putri Nabi yang lebih utama dan memiliki kedudukan yang lebih tinggi?” Beliau menjawab, “Fatimah.” Dia bertanya lagi, “Bagaimana Anda menyebut Fatimah sebagai yang lebih utama padahal beliau hanya hidup singkat dan tidak lama bersama Nabi?” Beliau menjawab, “Allah memberikan keutamaan dan kemuliaan ini kepada Fatimah karena keikhlasan dan ketulusan hatinya.”
Sayyidah Fatimah dalam munajatnya sering mengungkapkan kata-kata demikian, “Ya Allah, berilah aku keikhlasan. Aku ingin tetap tunduk dan menghamba kepada-Mu di kala senang dan susah. Saat kemiskinan mengusikku atau kekayaan datang kepadaku, aku tetap berharap kepada-Mu. Hanya dari-Mu aku memohon kenikmatan tak berujung dan kelapangan pandangan yang tak berakhir dengan kegelapan. Ya Allah, hiasilah aku dengan iman dan masukkanlah aku ke dalam golongan mereka yang mendapatkan petunjuk.”
Kecintaan Fatimah kepada Allah disebut oleh Rasulullah sebagai buah dari keimanannya yang tulus. Beliau bersabda, “Keimanan kepada Allah telah merasuk ke kalbu Fatimah sedemikian dalam, sehingga membuatnya tenggelam dalam ibadah dan melupakan segalanya.” Manusia yang mengenal Tuhannya akan menghiasi perilaku dan tutur katanya dengan akhlak yang terpuji. Asma’, salah seorang wanita yang dekat dengan Fatimah mengatakan, “Aku tidak pernah melihat seorangpun wanita yang lebih santun dari Fatimah. Fatimah belajar kesantunan dari Dzat yang Mahabenar.
Hanya orang yang terdidik dengan tuntunan Ilahi-lah yang bisa memiliki perilaku dan kesantunan yang suci. Ketika Allah melalui firman-Nya memerintahkan umat untuk tidak memanggil Rasul dengan namanya, Fatimah lantas memanggil ayahnya dengan sebutan Rasulullah. Kepadanya Nabi bersabda, “Fatimah, ayat suci ini tidak mencakup dirimu.” Dalam kehidupan rumah tangganya, putri Nabi ini selalu menjaga etika dan akhlak. Kehidupan Ali dan Fatimah yang saling menjaga kesantunan ini layak menjadi teladan bagi semua.
Kasih sayang dan kelemah-lembutan Fatimah diakui oleh semua orang yang hidup sezaman dengannya. Dalam sejarah disebutkan bahwa kaum fakir miskin dan mereka yang memiliki hajat akan datang ke rumah Fatimah ketika semua telah tertutup. Fatimah tidak pernah menolak permintaan mereka, padahal kehidupannya sendiri serba berkekurangan.
Poin penting lain yang dapat menjadi inspirasi dari kehidupan dan kepribadian penghulu wanita sejagat ini adalah sikap tanggap dan peduli yang ditunjukkan beliau terhadap masalah rumah tangga, pendidikan dan masalah sosial. Banyak yang berprasangka bahwa keimanan dan penghambaan yang tulus kepada Allah akan menghalangi orang untuk berkecimpung dalam urusan dunia. Kehidupan Fatimah Az Zahra mengajarkan kepada semua orang akan hal yang berbeda dengan anggapan itu. Dunia di mata beliau adalah tempat kehidupan, meski demikian hal itu tidak berarti harus dikesampingkan. Beliau menegaskan bahwa dunia laksana anak tangga untuk menuju ke puncak kesempurnaan, dengan syarat hati tidak tertawan oleh tipuannya. Fatimah berkata, “Ya Allah, perbaikilah duniaku bergantungnya kehidupanku. Perbaikilah kondisi akhiratku, karena ke sanalah aku akan kembali. Panjangkanlah umurku selagi aku masih bisa berharap kebaikan dan berkah dari dunia ini…”
Detik-detik akhir kehidupannya telah tiba. Duka dan derita terasa amat berat untuk dipikul oleh putri tercinta Nabi ini. Meski demikian, dengan lemah lembut Fatimah bersimpuh di hadapan Sang Maha Pencipta mengadukan keadaannya. Asma berkata, “Saya menyaksikan saat itu Fatimah mengangkat tangannya dan berdoa, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan perantara kemuliaan Nabi dan kecintaannya kepadaku. Aku memohon kepada-Mu dengan nama Ali dan kesedihannya atas kepergianku. Aku memohon kepada-Mu dengan perantara Hasan dan Husein serta derita mereka yang aku rasakan. Aku memohon kepada-Mu atas nama putri-putriku dan kesedihan mereka. Aku memohon, kasihilah umat ayahku yang berdosa. Ampunilah dosa-dosa mereka. Masukkanlah mereka ke dalam surga-Mu. Sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pengasih dari semua pengasih.”
Sebelum ajal datang menjemputnya, Fatimah Az Zahra menghadap kiblat setelah sebelumnya berwudhu. Beliau mengangkat tangan dan berdoa, “Ya Allah, jadikanlah kematian bagai kekasih yang aku nantikan. Ya Allah, curahkanlah rahmat dan inayah-Mu kepadaku. Tempatkanlah ruhku di tengah ruh orang-orang yang suci dan jasadku di sisi jasad-jasad mulia. Ya Allah, masukkanlah amalanku ke dalam amalan-amalan yang Engkau terima.”
Tanggal 3 Jumadil Akhir tahun 11 Hijriyyah, Fatimah Az Zahra putri kesayangan Nabi menutup mata untuk selamanya. Beliau wafat meninggalkan pelajaran-pelajaran yang berharga bagi kemanusiaan. Kepada Fatimah, Rasul pernah bersabda, “Fatimah, Allah telah memilihmu dan menghiasimu dengan makrifat dan pengetahuan. Dia juga telah membersihkanmu dan memuliakanmu di atas wanita seluruh jagat.”
Kecintaan Rasulullah kepada Fatimah Az Zahra merupakan satu hal khusus yang layak untuk dipelajari dari kehidupan beliau. Di saat bangsa Arab menganggap anak perempuan sebagai pembawa sial dan kehinaan, Rasul memuliakan dan menghormati putrinya sedemikian besar. Selain itu, Rasulullah biasa memuji seseorang yang memiliki keutamaan. Dengan kata lain, pujian Rasul kepada Fatimah adalah karena beliau menyaksikan kemuliaan pada diri putrinya itu. Nabi tahu akan apa yang bakal terjadi sepeninggalnya kelak.
Karena itu, sejak dini beliau telah mengenalkan kemuliaan dan keagungan Fatimah kepada umatnya, supaya kelak mereka tidak bisa beralasan tidak mengenal keutamaan penghulu wanita sejagat itu. Fatimah adalah contoh nyata dari sebuah inspirasi bagi kaum wanita. Dengan mengikuti dan meneladaninya, kesuksesan dan kebahagiaan hakiki yang menghantarkan kepada keteladanan akan bisa digapai. Fatimah adalah wanita yang banyak menimba ilmu, makrifat dan hikmah hakiki.
Di penghujung tulisan ini, saya ingin tegaskan bahwa saya kehabisan kata-kata untuk menuliskan kehidupan putri Rasulullah ini. Dan tidak akan ada seorang pun yang sanggup menulisnya. Mudah-mudahan apa yang disediakan Allah baginya cukup untuk mewakili semua itu. Dialah wanita terbaik di zamannya dan putri dari wanita terbaik (Khadijah ra.) dan laki-laki terbaik (Muhammad Rasulullah). Dia juga pemimpin para wanita surga. Allah ridha terhadap Fatimah dan menempatkannya di surga Firdaus.

bagaimana kita akan mendidik anak kita???a? b? or c?

Drs. Zaenal Abidin M.Si, seorang psikolog UNDIP mengatakan ada dua teori psikologi, yakni behaviorisme dan kognitif. Dalam teori behaviorisme, seseorang menyerap pesan karena perilaku mereka yang cenderung meniru, sedangkan dalam psikologi kognitif pesan itu terserap apabila sejalan dengan pengetahuan, referensi dari lingkungannya, atau buku bacaannya.
Saat kita merasakan begitu sulitnya menanamkan kebiasaan baik pada anak, atau nasehat yang baik kepadanya, maka tentunya pesan tersebut harus disampaikan berulang-ulang dan terus-menerus, kegiatan penyampaian pesan yang dilakukan terus-menerus dan berulang inilah yang akan menjadi sugesti positif bagi penerima pesan (dalam hal ini adalah anak). Mestinya perlakuan ini harus diharmonisasikan dengan pola pendidikan dalam keluarga, bisa melalui keteladanan, penyampaian secara langsung, ataupun hasil belajar dari kesalahan.
Ada pengalaman menarik yang penulis dapat sewaktu menjadi instruktur sekolah rumah,  sebutlah Hamza (2 th), anaknya pendiam, dan tak serapi kakaknya. Namun, dalam beberapa kali kesempatan saya selalu membiasakannya untuk teratur, misalnya kalau selesai bermain maka semua harus kembali seperti semula. Ya, sulit awalnya, tapi suatu saat temannya (Fauzan, 2 tahun) datang bermain ke rumah, si kecil Hamza mengatakan kepada Fausan, “Nanti selesai main dirapiin lagi ya?”, begitu terus diulanginya pernyataan tersebut karena melihat si Fauzan yang cuek bebek. Beberapa waktu berlalu, Bundanya Fauzan berpamitan akan pulang, dan tak disangka-sangka si kecil Hamza kembali mengingatkan, “mainannya dirapiin dulu yuk, mainannya dirapiin dulu..”, katanya sambil memasukkan mainan-mainan yang tercecer di lantai ke dalam toples.
Dari contoh tersebut, dapat kita simpulkan bahwa begitu pentingnya konsistensi dalam mendidik anak, mungkin tidak sekarang si anak melakukan apa yang kita inginkan, tetapi karena kita konsisten, ia menjadi sangat ingat dengan apa yang kita ajarkan kepadanya.
Yang kedua sabar, kenapa sabar? mungkin menurut beberapa orang aksi sabar ini sangat abstrak karena masuk dalam wilayah perasaan yang dalam pelaksanaannya berbeda-beda untuk tiap individu. Tapi tahukah Anda? Sabar adalah kunci paling pokok jika berhadapan dengan anak-anak. Lihat saja, jika Anda tidak sabar menghadapi mereka, maka sia-sia apa yang anda usahakan terhadap mereka. Semakin Anda tidak sabar, maka semakin menjauhlah si anak dari keinginan Anda.

Senin, 05 Maret 2012

kotak senyum 2 :Cabi Cumi

Cabi : tersenyum sambil memandang wajah seseorang...
Cumi : abi lihat umi kuk kayak gitu bgd...ada yang aneh ya?
Cabi : takapa, habis cumi kelihatan cantik...cantik in out dech..
Cumi : hemm.. maksie cabi, cabi juga.. cakep..
           semoga anak2 kita cantik dan cakep kayak umi dan abinya yah...cantik cakep agama dan akhlaknya :)


I love reading...
since I'm little child my mom give me some books...
firstly only look the picture, i wanna be a writer if I'am adult....
Now, i like writing although only at blog, diary or paper..

I need book as source of science ... to learn more about "be brigt a child , be bright a wife be brigt a mom :)"

Jumat, 02 Maret 2012

Pesan Indah Rosulullah sebelum Kita Tidur



Sebelum tidur, Rasulullah SAW berpesan kepada Putri beliau, Fathimah as :






"Ya Fathimah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
  1. Sebelum khatam Al Qur'an
  2. Sebelum membuat para Nabi memberimu syafaat di hari akhir
  3. Sebelum para muslim meridhoi kamu
  4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh
Bertanya Fathimah : "Wahai ayahku.. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?" Rasul tersenyum dan bersabda :"Jika engkau tidur bacalah :
  1. Al Ikhlas 3 kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an." Bismillaahir rohmaanir rohiim, Qulhualloohu ahad' Alloohushshomad' lam yalid walam yuulad' walam yakul lahuu kufuwan ahad' (3x).
  2. "Membaca sholawat untuk ku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafa'at di hari kiamat“. Bismillaahir rohmaanir rohiim, Alloohumma shollii 'alaa Muhammad wa Aali Muhammad wa shalli 'ala Jami'il anbiyai wal mursalina wa 'ibadukas Shalihin.“
  3. "Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu“. Allahummaghfirlil Mukminina wal Mukminat wal Muslimina wal Muslimat.. (3x).
  4. "Perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan - akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh“.
Bismillaahir rohmaanir rohiim, Subhanalloohi Walhamdulillaahi walaailaaha illalloohu alloohu akbar (3x).

motivasi "KOTAK P3K" (Pertolongan Pertama Pada Kehidupan)



Saat kita mengalami kecelakaan, tentu ada 1 barang yang akan kita cari- cari, yaitu KOTAK P3K. Sama halnya dengan kehidupan... Disaat sederetan masalah datang menghampiri kita, saat hubungan dengan para sahabat kita terasa renggang, ada sebuah kotak yang kita perlukan, yaitu KOTAK P3K (Pertolongan Pertama Pada Kehidupan). Di dalamnya ada 7 benda :

1. Tusuk gigi : janganlah kita mencongkel- congkel keburukan hati orang, tetapi carilah kebaikan org lain yang terselip yang tidak keliatan selama ini. Jangan sampai masalah kecil, menghapus banyak kebaikan yang telah dilakukan, karena setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, tidak ada yang sempurna. Pada saat itulah dibutuhkan tusuk gigi (pembersih), untuk membersihkan kesalahan yang ada.

2. Penghapus : hapuslah semua kesalahan orang yang menyebabkan kita sakit hati. Bukalah pintu maaf yang lebar, ikhlaskan semuanya dan biarkan semua untaian maaf kita mengalir kepada orang- orang yang pernah menyakiti. Memaafkan memang tidak mengubah apapun di masa lalu, tapi itu dapat menenangkan hari ini dan menceriakan esok hari.

3. Pensil : tulislah dalam hatimu, ratusan rahmat & nikmat Tuhan yang kita terima setiap hari. Jadilah orang- orang yang selalu bersyukur, karena masih banyak sekali orang yang hidupnya di bawah kita.

4. Plester : semua luka hati dapat disembuhkan, selama kita mengizinkannya. Gunakan maaf dan keikhlasan hati untuk memplester (memaafkan) semua luka hati yang kita alami.

5. Karet Gelang : bersikaplah fleksible, bahwa tidak semua yang anda inginkan itu dapat terwujud. Karena Tuhan pasti memberi apa yang Kita butuhkan, namun belum tentu menuruti semua keinginan kita, karena Ia tahu yang terbaik bagi Kita.

6. Permen karet : bila kita sudah berkomitmen, lakukan semua dengan ikhlas & selalu setia, seperti permen karet yang menempel terus..

7. Coklat : berilah senyum manis kita pada setiap orang yang dijumpai, karena senyum manis itu seperti coklat, semua org menyukainya...


Renungkan bahwa : "WAKTU itu seperti sungai, kita tidak bisa menyentuh air yg sama untuk kedua kalinya, karena air yang sudah mengalir akan terus berlalu & tidak akan pernah KEMBALI". Maka lakukan segala sesuatunya dengan baik dan jika ada masalah bicarakanlah dengan baik- baik pula. Jangan sampai menyesal di kemudian hari, hanya karena salah mengambil keputusan hari ini.
ditulis oleh saudara miftakhurriza